Permainan bola voli di Indonesia sudah dikenal sejak tahun 1928, dibawa oleh guru-guru Belanda yang mengajar di sekolah-sekolah lanjutan (HBS dan AMS). Namun pada waktu itu belum populer dikalangan masyarakat. Pada zaman penjajahan, tentara Jepang juga banyak memberikan andil dalam memperkenalakan permainan ini kepada masyarakat. Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia banayak bekas tentara angkatan perang Belanda yang menggabungkan diri ke dalam kesatuan tentara Republik Indonesia, melalui mereka ini Tentara Nasional Indonesia (TNI) ikut mempopulerkan permainan bola voli ini kemasyarakat.
Sejak PON II di Jakarta pada tahun 1951, sampai sekarang bola termasuk salah satu cabang olahraga yang resmi dipertandingkan. Pada tanggal 22 Januari 1955 di Jakarta diresmikan berdirinya Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) dengan menunjuk W.Y Latumenten sebagai formatur untuk menyusun pengurus.
PBVSI disahkan oleh KOI (Komite Olahraga Indonesia) pada bulan maret 1955 sebagai induk organisai Bola Voli tertinggi di Indonesia.
Kongres pertama PBVSI dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 28 sampai dengan 30 Mei 1955. Pada kongres yang pertama itu dihadiri oleh 20 persatuan kota yang menggabungkan diri ke dalam PBVSI dan pada tahun itu pula PBVSI mendapat pengesahan sementara dari IVF di Paris.
Perkembangan permainan bola voli di Indonesia nampak maju dengan pesat sejak persiapan menghadapi Asian Games IV dan Ganefo I di Jakarta . Hal ini terbukti dari banyaknya klub-klub bola voli dari kota besar sampai ke pelosok desa yang terpencil. Pertandingan dan kejuaraan bola voli selalu diadakan pada setiap hari besar tradisional, pada hari-hari peringatan ulang tahun intansi atau lembaga tertentu tingkat yang terendah, seperti antar dusun, antar RT sampai pada tingkat yang berprestasilebih tinggi, misalnya antar wilayah atau provinsi.
Berikut ini adalah bagian struktur organisasi bola voli dari tahun 1977 hingga sekarang:
- FIVB (Tingkat Dunia)
- PBVSI (tINGKAT Nasional)
- Pimda PBVSI daerah tingkat I
- Pimcab PBVSI daerah tingkat II
- Klub-klub bola voli yang menjadi anggota PBVSI TK II
Baca Juga: 6+ Teknik Renang yang Harus Anda Kuasai
Tahun Perkembangan Voli
- 1895: Willianm G. Morgan (1870-1942) menciptakan bola voli.
- 1900: Permainan bola voli dikategorikan sebagai olahraga.
- 1916: Diperkenalkannya teknik set dan spikes dalam bola voli.
- 1917: Diubahnya permainan 21 menjadi 15 poin.
- 1920: Pertama kalinya lapangan bola voli di pantai dipindahkan ke lapangan darat.
- 1920: Diresmikan sistem three hits per side anda back row attack.
- 1922: Dilangsungkannya pertandingan bola voli di YMCA, Brooklyn, New York, Amerika, diikuti 27 tim dari 11 negara.
- 1928: Asosiasi Bola Voli Amerika (USVBA, sekarang USA Volleyball) dibentuk.
- 1930: Pertama kalinya dilombakan bola voli pantai dengan pemain berjumlah dua untuk masing-masing tim. Pertandingan dilangsungkan di Santa Monica, California.
- 1934: Disetujuinya dewan wasit nasional untuk bola voli.
- 1937: Konvensi Badan Atletik Dunia di Boston, menyetujui Asosiasi Bola Voli Amerika sebagai oficial Nasional Governing Body (NGB) di Amerika Serikat.
- 1947: Federasi Bola Voli International di dirikan.
- 1948: Pertama kalinya sistem dua lawan dua dalam voli pantai dihapus.
- 1949: Kejuaraan Dunia bola voli diselenggarakan di Prague, Czechoslovakia.
- 1964: Permainan bola voli diperkenalkan dalam OlympicGames di Tokyo, Jepang.
- 1965: Dibentuknya Asosiasi Voli Pantai California.
- 1974: Kejuaraan Dunia voli diselenggarakan di Mexico sebagai penyempurnaan yang sebelumnya diselenggarakan di Japan.
- 1983: Asosiasi Bola Voli Profesioanal dibentuk.
- 1986: Asosiasi Bola Voli Profesional Wanita dibentuk.
- 1989: Program bantuan Pengembangan Olahraga Voli dibentuk.
- 1990: Liga Dunia voli diciptakan.
- 1995: Olahraga Voli berusia 100 tahun.
- 1996: Dua pemain voli pantai kali pertama diselenggarakan di Olympic Sport.
- 1997: Dain Blanton (dengan Canyon Ceman) menjadi orang pertama dari Afrika dan A







0 comments:
Post a Comment